22 Migran Asal Mali Tewas Gegara Perahu Tenggelam di Libya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp

Jakarta, CNN Indonesia

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan sebanyak 22 orang migran asal Mali tewas dalam bencana perahu di lepas pantai Libya.

Para penyintas melaporkan korban meninggal karena tenggelam dan dehidrasi.

Setelah sembilan hari di laut, 61 orang yang selamat, sebagian besar dari Mali, diselamatkan oleh penjaga pantai Libya dan dibawa kembali ke pantai.

Juru Bicara IOM Safa Msehli mengungkapkan para migran berangkat dari Kota Libya Zuwara, dekat perbatasan Tunisia, dengan perahu karet, sekitar pukul 01.00, waktu setempat pada 22 Juni lalu.

“Setelah sembilan hari di laut, mereka dijemput oleh penjaga pantai Libya,” katanya.

Lalu, pada Sabtu lalu, mereka dibawa kembali ke pantai.

“Menurut korban selamat, 22 migran, semuanya dari Mali, meninggal selama perjalanan. Penyebab kematian dilaporkan tenggelam dan dehidrasi. Di antara yang tewas adalah tiga anak-anak,” kata Msehli.

Msehli mengatakan beberapa migran dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk sehingga dibawa ke rumah sakit oleh IOM.

“Para migran yang tersisa dibawa ke pusat penahanan Al Maya,” katanya.

Libya telah menjadi jalur utama bagi migrasi tidak teratur ke Eropa pada tahun-tahun kacau sejak penggulingan dan pembunuhan diktator Moamer Kadhafi pada 2011.

Sementara banyak yang tenggelam di laut, ribuan telah dicegat oleh penjaga pantai Libya, yang telah didukung oleh Italia dan Uni Eropa, dan kembali ke Libya.

(afp/sfr)