Akademisi Nilai Keberhasilan Program MBG Bergantung pada Rantai Pasok Aman

Akademisi Nilai Keberhasilan Program MBG Bergantung pada Rantai Pasok Aman

Akademisi Nilai Keberhasilan Program MBG Bergantung pada Rantai Pasok Aman

loading…

Program prioritas nasional MBG menghadapi tantangan serius dalam aspek rantai pasok pangan. Foto/Dok.

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional pemerintah menghadapi tantangan serius dalam aspek rantai pasok pangan, menyusul sejumlah insiden keracunan massal yang menimpa pelajar di berbagai daerah.

Penguatan sistem logistik, pengawasan kualitas bahan baku, dan standar pengolahan pangan dinilai menjadi faktor krusial untuk menjamin keberhasilan program yang menargetkan puluhan juta penerima manfaat.

Dosen Operation Management PPM School of Management, Erni Ernawati, mengatakan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan, tetapi juga pada ketahanan dan keamanan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Baca juga: Seskab Teddy Tepis Anggaran MBG Kurangi Anggaran Pendidikan: Narasi Keliru!

“Keberhasilan MBG dari dapur ke sekolah bukan hanya tentang mengenyangkan jutaan anak Indonesia, tetapi memastikan setiap rantai pasok pangan bekerja secara aman, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Erni, melalui siaran pers, Rabu (4/3/2026).

Program MBG yang mulai dilaksanakan secara bertahap sejak Januari 2025 menargetkan sekitar 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui. Namun, pelaksanaannya di lapangan menghadapi sorotan publik setelah muncul laporan keracunan massal yang diduga berkaitan dengan pengelolaan bahan pangan dan distribusi makanan.

Scroll to Top