
Jakarta, CNN Indonesia —
Mohamed Salah mendapat tawaran yang cukup mengejutkan setelah resmi bergabung dengan Trabzonspor. Mantan penyerang Liverpool itu terlihat terkejut ketika mendapatkan tawaran tak biasa dari wali kota sebuah distrik di Trabzon.
Salah bergabung dengan klub Super Lig Turki tersebut pada awal Agustus 2026 dengan status bebas transfer. Kepindahan itu terjadi beberapa pekan setelah pemain asal Mesir tersebut meninggalkan Liverpool menyusul berakhirnya kontraknya.
Keputusan Salah untuk melanjutkan karier di Turki cukup mengejutkan. Terlebih, Trabzonspor hanya finis di posisi ketiga Super Lig musim lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ada cerita menarik yang terjadi setelah Salah resmi menandatangani kontrak. Ia datang ke distrik Arakli, Trabzon, untuk bertemu dengan Huseyin Avni Coskun Cebi, wali kota setempat.
Awalnya, pertemuan tersebut disebut hanya untuk keperluan pengambilan gambar iklan. Akan tetapi, pembicaraan kemudian berubah menjadi cukup serius dan tidak biasa.
Cebi mulai membahas perubahan iklim setelah berbicara mengenai Mesir, negara asal Salah.
“Pemanasan global mengancam dunia. Di masa depan, akan sulit untuk tinggal di Mesir selama musim panas. Distrik kami akan sangat layak huni di tahun-tahun tersebut. Distrik kami akan menjadi salah satu tempat yang paling sedikit terkena dampak pemanasan global,” ucap Cebi dikutip dari Sportbible.
Tidak berhenti sampai di situ, Cebi kemudian menawarkan sesuatu yang mungkin tidak pernah dibayangkan Salah ketika pertama kali datang ke Trabzonspor.
“Karena itu, izinkan kami memberikan Anda sebidang tanah yang indah di sini. Ini bisa menjadi tempat yang indah untuk anak-anak dan cucu Anda, tanpa masalah air dan tidak terpengaruh oleh pemanasan global,” ujar Cebi.
Salah terlihat kebingungan sekaligus terkejut mendengar tawaran tersebut. Ia bahkan terlihat menggaruk wajahnya sebelum akhirnya menjabat tangan Cebi dan mengucapkan ‘Terima kasih.’
Trabzonspor bermarkas di Kota Trabzon yang berada di pesisir Laut Hitam, wilayah timur laut Turki. Kota tersebut memiliki populasi sekitar 824.000 jiwa dan menjadi ibu kota Provinsi Trabzon.
Wilayah Trabzon memiliki sejumlah kondisi geografis yang dianggap dapat membantu menghadapi perubahan iklim. Selain berada di pesisir, daerah ini juga memiliki kawasan pegunungan yang sejuk dan hutan.
Kondisi ini dinilai membantu menjaga keseimbangan lingkungan serta mendukung aktivitas pertanian.
(rhr)



