Basketball Campus League Kampanyekan ‘Say No To Racism’

Basketball Campus League Kampanyekan ‘Say No To Racism’


Jakarta, CNN Indonesia

Basketball Campus League Season 1 The Nationals mengusung pesan sosial melalui kampanye ‘Say No To Racism’.

Kampanye tersebut menjadi gerakan resmi Campus League sepanjang musim season 1 2026 dan akan diterapkan di seluruh cabang olahraga yang digelar Campus League.

Head of Competition Campus League, Dave Leopold Marthen, menjelaskan bahwa setiap musim Campus League akan mengangkat satu tema kampanye yang berbeda sebagai pesan utama kepada komunitas olahraga kampus di Indonesia.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Campus League akan selalu membuat satu campaign penting di setiap season. Untuk season ini campaign-nya adalah Say No To Racism. Nanti season berikutnya akan berubah lagi.”



“Semua cabang olahraga yang ada di Campus League akan menggunakan campaign yang sama selama satu musim,” ujar Dave di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Senin (8/6),

Implementasi kampanye tersebut terlihat melalui penyematan patch atau logo “Say No To Racism” pada jersey seluruh peserta The Nationals.

Selain itu, pesan yang sama juga ditampilkan secara berkala dalam siaran langsung pertandingan sebagai bentuk edukasi dan pengingat kepada seluruh penonton.

“Campaign ini berangkat dari peristiwa saat Regional Finals Surabaya. Dampaknya cukup besar, sehingga kami merasa pesan ini harus dibawa selama satu musim penuh agar bisa menjangkau seluruh cabang olahraga, bukan hanya basket,” jelasnya.

Dave mengatakan setelah insiden tersebut, pihak penyelenggara langsung mengambil langkah dengan menyampaikan pesan kampanye kepada seluruh peserta. Pernyataan resmi juga disampaikan oleh CEO Campus League, Ryan Gozali, sebagai bentuk sikap tegas terhadap tindakan diskriminatif dalam olahraga kampus.

“Kami informasikan kepada seluruh tim peserta. Setelah kejadian di Surabaya, CEO Campus League, Pak Ryan Gozali langsung menyampaikan sikap resmi, dan kami menegaskan bahwa campaign musim ini adalah Say No To Racism,” katanya.

Bagi Dave, rasisme tidak memiliki tempat dalam lingkungan olahraga maupun dunia pendidikan. Ia menilai mahasiswa dan student-athlete seharusnya menjadi individu merdeka yang mampu menunjukkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.

“Mahasiswa itu punya tempat dan peran terhormat. Baik dari athletism, academic, maupun affinity. Punya banyak hal positif yang bisa dibanggakan. Jadi sangat nggak perlu memikirkan hal nggak penting [rasis] seperti itu,” ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(nva/jal)


Add

as a preferred
source on Google





Scroll to Top