
loading…
Anggota Komite Eksekutif NOC Josephine Tampubolon mengatakan atlet bukan hanya berprestasi dalam ajang olahraga saja, tetapi juga di bidang akademik. Hal itu setelah pihaknya melihat masih banyak atlet yang belum menjadikan pendidikan sebagai prioritas.
“Di akhir 2024 kami melihat banyak atlet yang sekolahnya belum jadi prioritas. Ketika mereka selesai menjadi atlet, mereka pusing mencari pekerjaan. Dari situ kami membentuk Indonesia Student Athlete Program,” kata Josephine saat ditemui usai acara diskusi bertajuk “Unlocking Opportunities: Exploring U.S. Education System for Indonesian Student Athletes,” di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan tersebut adalah kolaborasi antara Komisi Culture & Education, Komisi Atlet, serta Komisi Revenue & Commercial Partnership NOC Indonesia merupakan sosialisasi dan diskusi edukasi bersama University of Wisconsin–Madison, AS, yang didukung oleh Kedutaan Besar AS di Jakarta.
Josephine mengatakan fokus membantu percepatan proses akademik atlet. Langkah iyu mulai dari pengurusan dokumen, persiapan ujian masuk perguruan tinggi luar negeri, hingga menghubungkan atlet dengan universitas di berbagai negara.
“Kami membantu mereka ujian seperti SAT dan TOEFL, mengarahkan, sampai akhirnya bisa kami submit semua data supaya mereka bisa sekolah di luar negeri,” ujarnya.
NOC juga bekerja sama dengan sejumlah pihak, antara lain LPDP untuk jenjang sarjana dan magister, Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk jalur NCAA. Selain itu, .embuka peluang beasiswa di Jepang dan Hungaria bagi atlet cabang olahraga bela diri.



