Jakarta, CNN Indonesia —
Iran vs Amerika Serikat-Israel kembali melancarkan aksi saling serang pada Minggu (29/3). Serangan gabungan AS-Israel dilaporkan menghantam sebuah kota pelabuhan Iran dekat Selat Hormuz yang menjadi titik panas perang selama sebulan terakhir.
Kantor berita pemerintah Iran Islamic Republic News Agency (IRNA) melaporkan serangan yang menghantam pelabuhan Bandar Khamir itu menewaskan lima orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Musuh Amerika-Zionis melakukan serangan kriminal di dermaga Bandar Khamir, menewaskan lima orang dan melukai empat lainnya,” bunyi laporan IRNA seperti dikutip AFP.
Serangkaian ledakan keras juga terdengar di seluruh ibu kota Iran pada Minggu. Menurut wartawan AFP di lapangan, ledakan terdengar di wilayah utara Teheran dan asap terlihat membumbung dari area yang terdampak di timur laut ibu kota.
Belum dapat dipastikan target apa yang terkena serangan.
Sepanjang Sabtu malam hingga Minggu dini hari, ledakan besar juga terdengar di bagian timur dan barat Teheran. Serangan dilaporkan tidak hanya menyasar markas militer, tetapi juga kawasan sipil.
Hampir 2.000 orang dilaporkan tewas sejak AS-Israel membombardir Iran pada 28 Februari lalu.
Tak tinggal diam, Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Minggu menyatakan telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap fasilitas aluminium di Bahrain dan Uni Emirat Arab selama akhir pekan.
Iran menegaskan dua fasilitas di dua negara Arab itu menjadi sasaran lantaran situs itu terkait dengan militer Amerika.
Sejak perang di Timur Tengah pecah pada akhir Februari, Bahrain dan negara-negara Teluk lainnya secara rutin menjadi target serangan rudal dan drone Iran sebagai balasan atas operasi militer Amerika Serikat-Israel yang kini memasuki bulan kedua.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, IRGC menyebut mereka menyerang fasilitas aluminium di UEA serta pabrik utama Aluminium Bahrain, dengan menyebut kedua lokasi tersebut sebagai “industri yang berafiliasi dan terhubung dengan sektor militer serta kedirgantaraan AS di kawasan.”
IRGC menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas serangan Amerika dan Israel terhadap infrastruktur industri Iran yang diluncurkan dari pangkalan di negara-negara Teluk.
Aluminium Bahrain, salah satu produsen aluminium terbesar di dunia yang juga dikenal sebagai Alba, menyatakan dua karyawannya terluka akibat serangan Iran pada Sabtu.
Perusahaan tersebut menyebut para pekerja mengalami luka ringan.
Alba menambahkan bahwa pihaknya tengah menilai dampak terhadap operasional dan akan memberikan pembaruan lebih lanjut, tanpa merinci tingkat kerusakan fasilitas.
Sementara itu, Emirates Global Aluminium menyatakan pada Sabtu bahwa serangan Iran menyebabkan kerusakan signifikan pada salah satu fasilitasnya di Abu Dhabi serta melukai enam karyawan.
Serangan balasan Iran yang terus merembet ke negara-negara tetangga ini terjadi menyusul peringatan Teheran kepada negara Arab Cs untuk tak membantu AS dan memfasilitasi militernya untuk menyerang.
(rds)
Add

as a preferred
source on Google




