Perkuat AI Tambah Investasi Rp 73 Miliar, Smartfren Gandeng KUPU

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp

Suara.com – PT Smartfren Telecom, Tbk. (Smartfren) melalui anak usahanya, PT SF Digital Terdepan (SFDT) melakukan penyertaan modal sebesar 10 persen atau 5 juta dolar AS atau sekitar RP 73,82 miliar pada KUPU.

KUPU sendiri merupakan platform digital berteknologi artificial intelligence (AI) yang berguna untuk mempertemukan pemberi kerja dengan pencari kerja.

Hal itu diungkap dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Smartfren kepada otoritas bursa pada 2 Agustus 2022.

Penyertaan modal ini merupakan bagian dari langkah strategis diversifikasi bisnis di luar layanan telekomunikasi, meningkatkan akuisisi pelanggan baru serta retensi pelanggan dengan menambah manfaat yang bisa diperoleh saat menggunakan layanan Smartfren.

Baca Juga:
Smartfren Luncurkan Unlimited Nonstop, Masih Bisa Dipakai Meski Kuota Utama Habis

Merza Fachys, President Director Smartfren mengatakan, pihaknya yakin kerja sama strategis Smartfren dengan KUPU akan memberi manfaat positif bagi pertumbuhan kedua perusahaan.

“Selaras dengan visi Smartfren, KUPU memberikan kesempatan bagi anak-anak muda Indonesia yang lihai memanfaatkan teknologi digital untuk mencari kerja, maupun meningkatkan kapasitas profesional mereka,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (11/8/2022).

Ilustrasi Artificial Intelligence
Ilustrasi Artificial Intelligence

Cui Peng, CEO PT Dalligent Solusi Indonesia menambahkan, kedua perusahaan tengah bekerja sama untuk meluncurkan serangkaian strategi online juga strategi offline untuk memberikan lebih banyak manfaat positif bagi para pengguna.

KUPU merupakan platform digital yang dikelola oleh PT Dalligent Solusi Indonesia.

Berbeda dengan platform digital pencari kerja lainnya, KUPU dilengkapi dengan teknologi AI yang dapat melakukan kurasi terhadap lowongan pekerjaan dan kualifikasi profesional para pencari kerja.

Baca Juga:
Google Pecat Pegawainya yang Sebut AI adalah Makhluk Berakal

Teknologi tersebut membuat para pencari kerja dapat lebih mudah menemukan lowongan pekerjaan yang relevan dengan keahlian mereka.