Profil Pelatih Timnas Curacao, Remko Bicentini Pernah Jadi Asisten Juru Taktik Legenda Barcelona

Profil Pelatih Timnas Curacao, Remko Bicentini Pernah Jadi Asisten Juru Taktik Legenda Barcelona

loading…

Remko Bicentini mengawali kiprahnya menahkodai Curacao pada September 2016/Foto/concacaf.com

WILLEMSTAD – Tim Nasional ( Timnas) Indonesia akan menghadapi Curacao dalam laga FIFA Matchday. Artikel kali ini akan mengulas profil pelatih Curacao, yakni Remko Bicentini.

Skuad Garuda akan melawan Curacao sebanyak dua kali dalam laga FIFA Matchday yaitu pada 24 dan 27 September 2022. Untuk pertandingan pertama digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung dan laga kedua dimainkan di Stadion Pakansari, Bogor.

Baca juga: Jadwal FIFA Matchday Indonesia vs Curacao: Shin Tae-yong Geber Persiapan

Timnas Curacao jelas bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan pasukan Shin Tae-yong. Apalagi, secara ranking, Indonesia tertinggal cukup jauh dari calon lawannya itu.

Pasalnya, Timnas Curacao berada peringkat 84 FIFA. Sementara Indonesia saat ini sedang bertengger pada peringkat 155 dunia. Meski begitu, bukan berarti Garuda Nusantara tidak bisa kalahkan tim besutan Bicentini.

Baca juga: Perbandingan Prestasi Shin Tae-yong dan Luis Milla di Timnas Indonesia

Bicara Bicentini, tentu banyak penasaran siapa sosok tersebut. Bicentini lahir pada 20 Februari 1968 di Nijmegen, Belanda. Pria berusia 54 tahun itu merupakan eks pemain bola di tim kasta tertinggi Belanda yaitu NEC Nijmegen.

Bicentini mulai mengarungi karier kepelatihannya pada tahun 2009. Dia ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Antillen Belanda. Kemudian, dia mengawali kiprahnya menahkodai Curacao pada September 2016.

Pada saat itu, Bicentini menggantikan posisi dari Patrick Kluivert eks pemain Barcelona. Sebelumnya, Bicentini bertugas sebagai asisten pelatih Kluivert. Dirinya pun jelas mendapat ilmu dari sosok pesepak bola tersohor itu.

Hebatnya, Bicentini tak butuh waktu lama memberikan prestasi untuk Curacao. Pada Juni 2017, pelatih berusia 54 tahun itu berhasil meraih gelar Piala Karibia (edisi final) perdananya. Dia juga membantu pulau itu lolos ke tiga Piala Emas CONCACAF berturut-turut.

Scroll to Top