{"id":338106,"date":"2024-09-09T19:52:18","date_gmt":"2024-09-09T12:52:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/"},"modified":"2024-09-09T19:52:18","modified_gmt":"2024-09-09T12:52:18","slug":"literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/","title":{"rendered":"Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2024\/09\/09\/212\/1452251\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg\" \/><\/p>\n<p>loading&#8230;<\/p>\n<p>Literasi digital Indonesia saat ini baru mencapai angka 62 persen dan berada di bawah rata-rata negara ASEAN lain, yakni 70 persen. Foto ilustrasi\/Ist<\/p>\n<div id=\"detail-desc\">\n            <strong>LAMPUNG<\/strong> &#8211; <a class=\"int-link\" href=\"https:\/\/www.sindonews.com\/topic\/10714\/literasi-digital\">Literasi digital<\/a> Indonesia saat ini baru mencapai angka 62 persen. Berada di bawah rata-rata negara ASEAN lain, yakni 70 persen. Hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan kemampuan literasi digital (kecakapan digital) para siswa dan tenaga pendidik guna menunjang sukses belajar online.<\/p>\n<p>\u201dKecakapan digital diperlukan untuk meningkatkan keterampilan pelajar saat hidup berdampingan dengan teknologi dan tidak tertinggal informasi,\u201d tutur Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Fezal Aferizal, dalam webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kota Metro, Lampung, Senin (9\/9\/2024).<\/p>\n<p>Fezal mengatakan, era digital membuat mayoritas penduduk dunia (generasi milenial dan generasi Z) sudah hidup berdampingan dengan teknologi informasi. Banyak keuntungan yang didapat dengan cerdas berliterasi digital. <\/p>\n<p>\u201dUntuk itulah, Kemendikbudristek berinisiatif membuat bermacam program yang didukung oleh berbagai platform teknologi hingga ke tingkat satuan pendidikan,\u201d tegas Fezal Aferizal dalam diskusi online yang dipandu moderator Nabila Amanda Putri itu.<\/p>\n<p>Dalam diskusi virtual bertajuk \u201dSukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital\u201d, Fezal menyebut transformasi digital yang dilakukan satuan pendidikan dan pemerintah daerah memberikan teknologi ramah pengguna untuk membantu Satuan Pendidikan melakukan penganggaran, penatausahaan, pembelanjaan, dan pelaporan.<\/p>\n<p>Selain itu, sambung Fezal, transformasi digital akan bermanfaat bagi pengembangan sistem yang mempermudah berbagai pihak pengambil kebijakan dalam mengakses data pengelolaan sekolah, dan mengoptimalkan pemanfaatan perangkat TIK dan fasilitas akun belajar.id sebagai bagian dari transformasi pembelajaran.<\/p>\n<p>\u201dTransformasi ini akan melibatkan kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, untuk menciptakan ekosistem transformasi pembelajaran termasuk pada bagian teknologi,\u201d jelas Fezal Aferizal di hadapan pelajar yang mengikuti diskusi dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing.<\/p>\n<p>Sejumlah sekolah yang menggelar nobar diskusi online di Kota Metro dan sekitarnya, antara lain: SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 9, dan SMPN 10 Metro, SMP Muhammadiyah 1 Metro, SMP Muh. Ahmad Dahlan, SMA Muh. At Tanwir, SMP Kartikatama, dan SMP TMI Roudlatul Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Dosen Universitas Dr. Soetomo Surabaya Meithiana Indrasari menambahkan, pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran di dunia pendidikan perlu kompetensi dan pemahaman ihwal keamanan digital.<\/p>\n<p>\u201dKompetensi itu meliputi pemahaman untuk mengamankan perangkat digital, identitas digital, mewaspadai penipuan digital, paham rekam jejak digital, serta pemahaman keamanan digital bagi anak,\u201d rinci Meithiana Indrasari.<\/p>\n<p>Untuk sukses belajar online dengan kemampuan literasi digital, menurut dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Eko Pamuji, butuh kecakapan bermedia digital dari penggunanya. <\/p>\n<p>\u201dKecakapan itu mencakup kemampuan untuk mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan lunak dalam lanskap digital, mesin pencarian informasi, aplikasi percakapan dan media sosial, serta aplikasi dompet digital, lokapasar, dan transaksi,\u201d jelas Eko Pamuji.\n            <\/p>\n<p>(wyn)<\/p>\n<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>loading&#8230; Literasi digital Indonesia saat ini baru mencapai angka 62 persen dan berada di bawah rata-rata negara ASEAN lain, yakni 70 persen. Foto ilustrasi\/Ist LAMPUNG &#8211; Literasi digital Indonesia saat ini baru mencapai angka 62 persen. Berada di bawah rata-rata negara ASEAN lain, yakni 70 persen. Hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan kemampuan literasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":338107,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"fifu_image_url":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2024\/09\/09\/212\/1452251\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg","fifu_image_alt":"","footnotes":""},"categories":[256],"tags":[358,1145,1149,813,148,395,6218,3749,330,3011],"class_list":["post-338106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-education","tag-baru","tag-capai","tag-digital","tag-dunia","tag-indonesia","tag-ini","tag-literasi","tag-pendidikan","tag-persen","tag-tantangan"],"acf":[],"yoast_head":"\n<title>Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"loading&#8230; Literasi digital Indonesia saat ini baru mencapai angka 62 persen dan berada di bawah rata-rata negara ASEAN lain, yakni 70 persen. Foto ilustrasi\/Ist LAMPUNG &#8211; Literasi digital Indonesia saat ini baru mencapai angka 62 persen. Berada di bawah rata-rata negara ASEAN lain, yakni 70 persen. Hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan kemampuan literasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-09T12:52:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2024\/09\/09\/212\/1452251\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"S. Sub Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2024\/09\/09\/212\/1452251\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"S. Sub Editor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"S. Sub Editor\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/62ea856494e32ae12170c9a45e1072f4\"},\"headline\":\"Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia\",\"datePublished\":\"2024-09-09T12:52:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":435,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pict.sindonews.net\\\/dyn\\\/850\\\/pena\\\/news\\\/2024\\\/09\\\/09\\\/212\\\/1452251\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg\",\"keywords\":[\"Baru\",\"Capai\",\"Digital\",\"Dunia\",\"Indonesia\",\"Ini\",\"Literasi\",\"Pendidikan\",\"Persen\",\"Tantangan\"],\"articleSection\":[\"Education\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/\",\"name\":\"Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pict.sindonews.net\\\/dyn\\\/850\\\/pena\\\/news\\\/2024\\\/09\\\/09\\\/212\\\/1452251\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-09-09T12:52:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pict.sindonews.net\\\/dyn\\\/850\\\/pena\\\/news\\\/2024\\\/09\\\/09\\\/212\\\/1452251\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pict.sindonews.net\\\/dyn\\\/850\\\/pena\\\/news\\\/2024\\\/09\\\/09\\\/212\\\/1452251\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\",\"description\":\"All Indonesian Breaking News\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#organization\",\"name\":\"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/MN-Indonesia-Logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/MN-Indonesia-Logo.png\",\"width\":1260,\"height\":250,\"caption\":\"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/62ea856494e32ae12170c9a45e1072f4\",\"name\":\"S. Sub Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783939958\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783939958\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783939958\",\"caption\":\"S. Sub Editor\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/www.malay.news\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/author\\\/usbdtech\\\/\"}]}<\/script>\n","yoast_head_json":{"title":"Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","og_description":"loading&#8230; Literasi digital Indonesia saat ini baru mencapai angka 62 persen dan berada di bawah rata-rata negara ASEAN lain, yakni 70 persen. Foto ilustrasi\/Ist LAMPUNG &#8211; Literasi digital Indonesia saat ini baru mencapai angka 62 persen. Berada di bawah rata-rata negara ASEAN lain, yakni 70 persen. Hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan kemampuan literasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/","og_site_name":"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","article_published_time":"2024-09-09T12:52:18+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2024\/09\/09\/212\/1452251\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"S. Sub Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2024\/09\/09\/212\/1452251\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg","twitter_misc":{"Written by":"S. Sub Editor","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/"},"author":{"name":"S. Sub Editor","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#\/schema\/person\/62ea856494e32ae12170c9a45e1072f4"},"headline":"Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia","datePublished":"2024-09-09T12:52:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/"},"wordCount":435,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2024\/09\/09\/212\/1452251\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg","keywords":["Baru","Capai","Digital","Dunia","Indonesia","Ini","Literasi","Pendidikan","Persen","Tantangan"],"articleSection":["Education"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/","url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/","name":"Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2024\/09\/09\/212\/1452251\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg","datePublished":"2024-09-09T12:52:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2024\/09\/09\/212\/1452251\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg","contentUrl":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2024\/09\/09\/212\/1452251\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia-nqq.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/literasi-digital-baru-capai-62-persen-ini-tantangan-dunia-pendidikan-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/","name":"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","description":"All Indonesian Breaking News","publisher":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#organization","name":"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/yrustook\/2021\/03\/MN-Indonesia-Logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/yrustook\/2021\/03\/MN-Indonesia-Logo.png","width":1260,"height":250,"caption":"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper"},"image":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#\/schema\/person\/62ea856494e32ae12170c9a45e1072f4","name":"S. Sub Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/hafoogre\/litespeed\/avatar\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783939958","url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/hafoogre\/litespeed\/avatar\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783939958","contentUrl":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/hafoogre\/litespeed\/avatar\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783939958","caption":"S. Sub Editor"},"sameAs":["http:\/\/www.malay.news"],"url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/author\/usbdtech\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=338106"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338106\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/338107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=338106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=338106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=338106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}