{"id":341927,"date":"2025-07-10T15:00:00","date_gmt":"2025-07-10T08:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/"},"modified":"2025-07-10T15:00:00","modified_gmt":"2025-07-10T08:00:00","slug":"kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/","title":{"rendered":"Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2025\/07\/10\/211\/1591007\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg\" \/><\/p>\n<p>loading&#8230;<\/p>\n<p>Nitya Ade Santi, doktor termuda IPB University mengembangkan metode baru untuk mendeteksi dampak kebakaran hutan dan lahan secara lebih akurat. Foto\/Tanoto Foundation.<\/p>\n<div id=\"detail-desc\">\n            <strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Nitya Ade Santi, perempuan kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, yang mencatat sejarah sebagai <a class=\"int-link\" href=\"https:\/\/www.sindonews.com\/topic\/21594\/gelar-doktor\">doktor<\/a> termuda <a class=\"int-link\" href=\"https:\/\/www.sindonews.com\/topic\/3181\/ipb-university\">IPB University<\/a> . Lewat disertasinya dengan judul \u201cPengembangan Metode Pengukuran Tingkat Keparahan Kebakaran dan Regenerasi Vegetasi Menggunakan Analisis Multi-Waktu Langsung\u201d, Nitya mengembangkan metode baru untuk mendeteksi dampak kebakaran hutan dan lahan secara lebih akurat. <\/p>\n<p>Tak sekadar menghitung luas area yang terbakar, ia mampu mengungkap jenis tutupan lahan yang terdampak, nilai kerugian ekonomi, hingga potensi daya dukung lingkungan yang hilang. <\/p>\n<p>\u201cSelama ini kita hanya tahu luasan lahan yang terbakar, tapi tidak tahu apa yang terbakar. Apakah hutan primer, semak, atau kebun rakyat. Padahal informasi itu sangat penting,\u201d ujar Nitya.<\/p>\n<p>Berbekal citra satelit yang dapat diakses secara terbuka, Nitya merancang pendekatan multi-temporal analysis yang memungkinkan otoritas untuk memantau perubahan kondisi lahan sebelum dan sesudah kebakaran, serta mendapatkan informasi lebih detail tentang keberadaan lahan tersebut dan menghitung dampak , terutama dari sisi ekonomi. <\/p>\n<p>Nitya menambahkan, metodologi ini sebenarnya telah digunakan negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara Eropa. Bahkan salah satu unit dari badan antariksa AS, NASA, juga menerapkan teknologi ini. Namun mengingat kondisi alam tiap negara itu berbeda, standar yang digunakan dalam menganalisis kebakaran juga tak sama.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia itu negeri tropis, makanya lebih baik kita punya standar sendiri. Apalagi karakteristik kebakaran hutan di negara tropis dan subtropis ini memang beda,\u201d paparnya. <\/p>\n<p>Selain telah dipublikasikan di jurnal ilmiah bergengsi mancanegara, penelitian Nitya menjadi materi acuan bagi Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau saat ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).<\/p>\n<p>Tak kalah penting, hasil riset Nitya juga menjadi referensi penelitian untuk mengembangkan metode serupa dalam kasus-kasus bencana alam lain, seperti longsor atau banjir dan merekam perubahan tutupan lahan dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p>Inovasi yang Lahir dari Keterbatasan\n        <\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>loading&#8230; Nitya Ade Santi, doktor termuda IPB University mengembangkan metode baru untuk mendeteksi dampak kebakaran hutan dan lahan secara lebih akurat. Foto\/Tanoto Foundation. JAKARTA &#8211; Nitya Ade Santi, perempuan kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, yang mencatat sejarah sebagai doktor termuda IPB University . Lewat disertasinya dengan judul \u201cPengembangan Metode Pengukuran Tingkat Keparahan Kebakaran dan Regenerasi Vegetasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":341928,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"fifu_image_url":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2025\/07\/10\/211\/1591007\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg","fifu_image_alt":"","footnotes":""},"categories":[256],"tags":[4421,2141,7671,1998,1702,5455,599,1475,58176,14153,444],"class_list":["post-341927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-education","tag-ciptakan","tag-deteksi","tag-doktor","tag-inovasi","tag-ipb","tag-kerusakan","tag-kisah","tag-lingkungan","tag-nitya","tag-termuda","tag-yang"],"acf":[],"yoast_head":"\n<title>Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"loading&#8230; Nitya Ade Santi, doktor termuda IPB University mengembangkan metode baru untuk mendeteksi dampak kebakaran hutan dan lahan secara lebih akurat. Foto\/Tanoto Foundation. JAKARTA &#8211; Nitya Ade Santi, perempuan kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, yang mencatat sejarah sebagai doktor termuda IPB University . Lewat disertasinya dengan judul \u201cPengembangan Metode Pengukuran Tingkat Keparahan Kebakaran dan Regenerasi Vegetasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-10T08:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2025\/07\/10\/211\/1591007\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"S. Sub Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2025\/07\/10\/211\/1591007\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"S. Sub Editor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"S. Sub Editor\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/62ea856494e32ae12170c9a45e1072f4\"},\"headline\":\"Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan\",\"datePublished\":\"2025-07-10T08:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/\"},\"wordCount\":317,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pict.sindonews.net\\\/dyn\\\/850\\\/pena\\\/news\\\/2025\\\/07\\\/10\\\/211\\\/1591007\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg\",\"keywords\":[\"Ciptakan\",\"Deteksi\",\"Doktor\",\"Inovasi\",\"IPB\",\"Kerusakan\",\"Kisah\",\"Lingkungan\",\"Nitya\",\"Termuda\",\"yang\"],\"articleSection\":[\"Education\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/\",\"name\":\"Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pict.sindonews.net\\\/dyn\\\/850\\\/pena\\\/news\\\/2025\\\/07\\\/10\\\/211\\\/1591007\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-10T08:00:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pict.sindonews.net\\\/dyn\\\/850\\\/pena\\\/news\\\/2025\\\/07\\\/10\\\/211\\\/1591007\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pict.sindonews.net\\\/dyn\\\/850\\\/pena\\\/news\\\/2025\\\/07\\\/10\\\/211\\\/1591007\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\",\"description\":\"All Indonesian Breaking News\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#organization\",\"name\":\"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/MN-Indonesia-Logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/MN-Indonesia-Logo.png\",\"width\":1260,\"height\":250,\"caption\":\"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/62ea856494e32ae12170c9a45e1072f4\",\"name\":\"S. Sub Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783334979\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783334979\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783334979\",\"caption\":\"S. Sub Editor\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/www.malay.news\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.malay.news\\\/indonesia\\\/author\\\/usbdtech\\\/\"}]}<\/script>\n","yoast_head_json":{"title":"Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","og_description":"loading&#8230; Nitya Ade Santi, doktor termuda IPB University mengembangkan metode baru untuk mendeteksi dampak kebakaran hutan dan lahan secara lebih akurat. Foto\/Tanoto Foundation. JAKARTA &#8211; Nitya Ade Santi, perempuan kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, yang mencatat sejarah sebagai doktor termuda IPB University . Lewat disertasinya dengan judul \u201cPengembangan Metode Pengukuran Tingkat Keparahan Kebakaran dan Regenerasi Vegetasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/","og_site_name":"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","article_published_time":"2025-07-10T08:00:00+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2025\/07\/10\/211\/1591007\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"S. Sub Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2025\/07\/10\/211\/1591007\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg","twitter_misc":{"Written by":"S. Sub Editor","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/"},"author":{"name":"S. Sub Editor","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#\/schema\/person\/62ea856494e32ae12170c9a45e1072f4"},"headline":"Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan","datePublished":"2025-07-10T08:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/"},"wordCount":317,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2025\/07\/10\/211\/1591007\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg","keywords":["Ciptakan","Deteksi","Doktor","Inovasi","IPB","Kerusakan","Kisah","Lingkungan","Nitya","Termuda","yang"],"articleSection":["Education"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/","url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/","name":"Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan - Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2025\/07\/10\/211\/1591007\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg","datePublished":"2025-07-10T08:00:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/#primaryimage","url":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2025\/07\/10\/211\/1591007\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg","contentUrl":"https:\/\/pict.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2025\/07\/10\/211\/1591007\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan-rkm.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/kisah-nitya-doktor-termuda-ipb-yang-ciptakan-inovasi-deteksi-kerusakan-lingkungan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/","name":"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","description":"All Indonesian Breaking News","publisher":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#organization","name":"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper","url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/yrustook\/2021\/03\/MN-Indonesia-Logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/yrustook\/2021\/03\/MN-Indonesia-Logo.png","width":1260,"height":250,"caption":"Malay News Indonesia- Indonesian Newspaper"},"image":{"@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/#\/schema\/person\/62ea856494e32ae12170c9a45e1072f4","name":"S. Sub Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/hafoogre\/litespeed\/avatar\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783334979","url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/hafoogre\/litespeed\/avatar\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783334979","contentUrl":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/hafoogre\/litespeed\/avatar\/7ed4bb1a1b49df4e9b0b65d671ee8b6e.jpg?ver=1783334979","caption":"S. Sub Editor"},"sameAs":["http:\/\/www.malay.news"],"url":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/author\/usbdtech\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/341927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=341927"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/341927\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/341928"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=341927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=341927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.malay.news\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=341927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}