QIONGHAI, Tiongkok, April 01, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) — Mulai tanggal 24-27 Maret, Pameran Kota “Boao: Tempat Dunia Bertemu, Qionghai: Tempat Perdagangan Bebas Berkembang” diselenggarakan di Taman Budaya Pulau Dongyu, Boao. Ini merupakan ajang pameran besar pertama kota itu sejak diluncurkannya operasi kepabeanan khusus di tingkat pulau Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan. Ajang ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang peran Qionghai sebagai salah satu kawasan fungsional inti di pelabuhan perdagangan bebas itu. Dengan mengusung tema konektivitas global dan pembangunan terbuka, pameran ini mengubah kebijakan dan budaya menjadi pengalaman imersif dan multisensori melalui teknologi dan desain inovatif.

Perjalanan 500 Tahun: Membagikan Kisah Qionghai ke Seluruh Dunia

Aula pembuka “Kapsul Pengalaman Kembar Digital”-nya menawarkan sekilas gambaran kehidupan sehari-hari di Qionghai masa depan. Semua dapat dijelajahi cukup dengan menggunakan kartu identitas. Instalasi dinamis “Bersepeda menyusuri Qionghai” mengajak pengunjung menikmati perjalanan imersif menyusuri pemandangan di sepanjang Sungai Wanquan dan menjelajahi kota-kota bersejarah di Nanyang—permukiman yang dibangun oleh warga Tionghoa perantauan yang kembali dari Asia Tenggara. Salah satu daya tarik utama adalah kantor pos “Kisah Laut,” dengan kotak surat yang menjadi karya seni tersendiri. Desainnya terinspirasi dari peninggalan kapal karam yang ditemukan pada kedalaman 1.500 meter di dasar Laut Tiongkok Selatan. Peninggalan itu berupa sebuah guci bunga plum “gaya Fahua,” artefak yang terawetkan di dasar laut selama lima abad. Dahulu, guci ini diangkut oleh kapal dagang melintasi lautan berombak dan menjadi saksi kejayaan Jalur Sutra Maritim. Kini, guci itu hadir kembali sebagai karya seni modern yang menjembatani sejarah dan masa depan. Pengunjung bisa memilih kartu pos, menulis pesan, membubuhkan stempel pos khas Qionghai, lalu mengirimkan kenangan mereka ke rumah.

Kartu pos ini menampilkan gambar Catatan Sejarah Qionghai, proyek fotografi selama dua tahun yang mendapat banyak pujian karya Wang Yao, peraih penghargaan World Press Photo dan China News Award. Lensanya mengabadikan potret seorang tetua yang memperbaiki jaring saat fajar di Pelabuhan Tanmen, anak-anak yang bermain di tepi Sungai Wanquan, kehangatan teh sore di Boao, serta semangat pantang menyerah para pekerja di pelabuhan itu. Setiap gambar menceritakan kehidupan penduduk Qionghai yang tangguh sekaligus anggun dalam menghadapi perjalanan waktu.

Dari tradisi menangkap ikan yang telah berusia ribuan tahun dan warisan Nanyang hingga babak barunya sebagai pelabuhan perdagangan bebas yang berkembang pesat, kisah Qionghai kini dapat disaksikan dunia melalui kartu pos, satu demi satu. Setiap kartu, bagaikan bisikan dari Laut Tiongkok Selatan, kini menemukan suaranya hingga ke seluruh penjuru dunia.

Foto yang menyertai pengumuman ini tersedia di https://www.globenewswire.com/NewsRoom/AttachmentNg/8fc1a4aa-0268-4ac8-b23b-729937d5f468